Rabu, 24 Februari 2016

Pendahuluan

Lusy Rismayani 2015 Institut Pertanian Bogor


Ini Gratis Tapi Hargai Penulis!
Terima Kasih
Ingin Skripsi Lengkap, Email: Lusyrismayani77@gmail.com


PENDAHULUAN

Proses penepungan biji sorgum diawali dengan proses penyosohan. Penyosohan digunakan untuk mengurangi lapisan endosperm pada biji sorgum. Hal ini dapat meningkatkan cita rasa karena turunnya kandungan tanin pada biji sorgum. Proses penyosohan biji sorgum menghasilkan banyak

Pengaruh Penggilingan terhadap Fraksi Protein Tepung dan Fraksi Protein Dedak Sorgum (Sorghum bicolor L.) Varietas KD-4

PRAKATA


Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah subhanahu wa ta’ala atas segala karunia-Nya sehingga karya ilmiah ini berhasil diselesaikan. Tema yang dipilih dalam penelitian yang dilaksanakan sejak bulan Februari 2015 ini ialah fraksinasi protein, dengan judul Pengaruh Penggilingan terhadap Fraksi Protein Tepung dan Fraksi Protein Dedak Sorgum (Sorghum bicolor L.) Varietas KD-4.

PENGARUH PENGGILINGAN TERHADAP FRAKSI PROTEIN TEPUNG DAN FRAKSI PROTEIN DEDAK SORGUM (Sorghum bicolor L.) VARIETAS KD-4

Abstrak
LUSY RISMAYANI. Pengaruh Penggilingan terhadap Fraksi Protein Tepung dan Fraksi Protein Dedak Sorgum (Sorghum bicolor L.) Varietas KD-4. Dibimbing oleh IRMA HERAWATI SUPARTO dan ENDANG YULI PURWANI.

Indonesia memiliki berbagai jenis tanaman pangan sereal yang berpotensi untuk dikembangkan, salah satunya adalah sorgum. Sorgum dapat dibuat menjadi tepung sorgum yang berfungsi untuk memperpanjang umur simpan, memudahkan penyimpanan, dan bahan baku makanan. Salah satu tahapan pembuatan tepung sorgum adalah penggilingan. Penggilingan ini memiliki dua metode berbeda yaitu penggilingan kering dan penggilingan basah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh proses penggilingan basah dan penggilingan kering pada sorgum terhadap